Integrations

Database Integrations

Integrasi ke Database

Integrasi Database digunakan untuk menghubungkan data yang ada di AlurKerja dengan database eksternal, sehingga sistem dapat membaca, mengambil, atau mengirim data secara langsung ke sumber data tersebut. Melalui integrasi ini, berbagai informasi seperti data master, aktivitas operasional, atau catatan transaksi dapat diakses dan disinkronkan sesuai konfigurasi yang telah ditentukan.

Konfigurasi Database mendukung dua environment, yaitu Test Environment dan Live Environment. Dengan fitur ini, pengguna dapat membuat dan menguji koneksi database terlebih dahulu pada environment test tanpa memengaruhi konfigurasi yang digunakan oleh user di environment live.

Langkah-langkah Integrasi Database

Membuka Menu Database

Halaman Menu Database
  1. Masuk ke halaman Studio.
  2. Pilih menu Integration pada panel kiri.
  3. Klik submenu Database.
  4. Sistem akan menampilkan halaman Database Configurations.

Menambahkan Konfigurasi Database Baru

  1. Pada halaman Database Configurations, klik tombol Add New Database Configuration.

    Tambahkan Konfigurasi Database
  2. Sistem akan menampilkan halaman New Database Configuration.

    Halaman Konfigurasi Database Baru
  3. Isi field berikut:

    • Connection Name: Nama koneksi database yang akan dibuat.
    • Description: Deskripsi singkat untuk menjelaskan tujuan konfigurasi database. Field ini bersifat opsional.
  4. Pada bagian Configuration Details, pilih environment yang ingin dikonfigurasi:

    Opsi Environment Configuration
    • Test Environment: Digunakan untuk membuat atau menguji koneksi database pada environment test. Konfigurasi pada environment ini tidak akan memengaruhi live users.
    • Live Environment: Digunakan untuk membuat koneksi database yang akan digunakan pada environment live.
    • Catatan: Konfigurasi Database yang digunakan pada BPMN akan mengikuti environment saat BPMN dijalankan. BPMN pada Test Environment akan menggunakan konfigurasi database test, sedangkan BPMN pada Live Environment akan menggunakan konfigurasi database live.

Mengisi Configuration Details

Pada bagian Configuration Details, terdapat tiga tab konfigurasi, yaitu Basic Settings, SSH Tunnel, dan SSL/TLS.

Basic Settings

Tab Basic Settings digunakan untuk mengisi informasi utama koneksi database.

Halaman Basic Settings

Field yang perlu diisi:

  • Database Type: Pilih jenis database yang akan dihubungkan.
  • Host: Masukkan alamat host atau IP address dari database eksternal.
  • Port: Masukkan port yang digunakan oleh database.
  • Database Name: Masukkan nama database yang ingin diakses melalui koneksi ini.
  • Username: Masukkan username yang digunakan untuk autentikasi ke database.
  • Password: Masukkan password yang sesuai untuk autentikasi database.

SSH Tunnel

Tab SSH Tunnel digunakan jika koneksi database harus diakses melalui server perantara, seperti bastion server atau jump server.

Halaman SSH Tunnel

Aktifkan toggle Use SSH Tunnel jika koneksi membutuhkan SSH Tunnel. Isi field berikut:

  • SSH Host: Alamat server SSH.
  • SSH Port: Port koneksi SSH.
  • SSH Username: Username untuk autentikasi SSH.
  • SSH Password: Password untuk autentikasi SSH.
  • Private Key: Private key SSH. Field ini bersifat opsional jika menggunakan password.
  • Passphrase: Passphrase untuk membuka private key, jika private key dilindungi passphrase.

Jika SSH Tunnel tidak dibutuhkan, toggle Use SSH Tunnel dapat dinonaktifkan.

SSL/TLS

Tab SSL/TLS digunakan jika koneksi database memerlukan komunikasi terenkripsi.

Halaman SSL/TLS

Aktifkan toggle Use SSL/TLS jika koneksi database membutuhkan SSL/TLS. Isi field berikut sesuai kebutuhan:

  • SSL Mode: Menentukan mode SSL yang digunakan pada koneksi database.
  • CA Certificate: Sertifikat CA yang digunakan untuk memverifikasi keabsahan sertifikat server. Field ini bersifat opsional.
  • Client Certificate: Sertifikat klien yang digunakan untuk autentikasi antara AlurKerja dan server tujuan. Field ini bersifat opsional.
  • Client Key: Private key yang berpasangan dengan Client Certificate. Field ini bersifat opsional.

Jika SSL/TLS tidak dibutuhkan, toggle Use SSL/TLS dapat dinonaktifkan.

  1. Setelah semua konfigurasi diisi, klik tombol Test untuk memastikan koneksi database valid.
  2. Kemudian klik tombol Save Configuration untuk menyimpan konfigurasi database.

Mengubah Konfigurasi Database

  1. Pada halaman Database Configurations, klik ikon pensil pada konfigurasi database yang ingin diubah.

    Tombol Edit Konfigurasi Database
  2. Sistem akan menampilkan halaman Edit Database Configuration.

    Halaman Edit Konfigurasi Database
  3. Lakukan perubahan pada field yang diperlukan.

  4. Klik tombol Test untuk memastikan koneksi masih valid.

  5. Klik tombol Update Configuration untuk menyimpan perubahan.

Menghapus Konfigurasi Database

Konfigurasi Database dapat dihapus melalui dua cara:

  1. Menghapus dari Daftar Konfigurasi

    Tombol Delete Konfigurasi Database
    • Pada halaman Database Configurations, klik ikon tempat sampah pada baris konfigurasi yang ingin dihapus.
    • Konfirmasi penghapusan untuk menghapus konfigurasi Database.
  2. Menghapus dari Halaman Edit Konfigurasi

    Tombol Remove Konfigurasi Database
    • Buka konfigurasi Database yang ingin dihapus.
    • Pada halaman Edit Database Configuration, klik tombol Remove di bagian Configuration Details.
    • Konfirmasi penghapusan untuk menghapus konfigurasi Database.